Senin, 17 Januari 2011

Bunga Tidur


Seorang manusia apabila tidur, sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mewafatkannya, yang dikenal dengan kematian shugra (kecil) Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

اللهُ يَـتَوَفَّى اْلأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَــيْــهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ اْلأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ َلآيــــَاتٍ لِقَوْمٍ يَــتَفَكَّرُونَ . الزمر:42


"Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya ; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikan itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir (QS. Az Zumar:42)



Tidur dikatakan dengan kematian kecil dikarenakan saat itu ruh pergi kemana saja sekehendak Allah Subhanahu wa Ta'ala. Oleh sebab itu diantara do'a tidur yang diajarkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam adalah :


بِاسْمِكَ رَبِّ وَضَعْتُ جَنْبِي وَبِكَ أَرْفَعُهُ إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَاغْفِرْ لَهَا وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ . رواه البخاري و مسلم


"Dengan namaMu Tuhan saya berbaring dan denganMulah saya terjaga, apabila Engkau menahan jiwaku, (mewafatkanku) ampunilah dia, dan jika Engkau melepaskannya (menghidupkannya), jagalah dia sebagaimana Engkau menjaga (ruh) hamba-hamba-Mu yang shalih" (HR. Bukhari dan Muslim)

Macam-macam mimpi
Mimpi terbagi atas tiga macam : mimpi yang disukai (baik), mimpi yang tak bermakna dan mimpi yang dibenci (buruk). Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda :


الرُّؤْيَا ثَلاَثَةٌ فَبُشْرَى مِنَ اللهِ وَحَدِيثُ النَّفْسِ وَتَخْوِيفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ
رواه أحمد


"Mimpi itu ada tiga macam : Berita gembira dari Allah (mimpi baik), mimpi dari diri sendiri/ ungkapan jiwa (mimpi tak bermakna) dan gangguan syaithan (mimpi buruk)" (HR. Ahmad)

1. Mimpi yang disukai (Baik)
Yaitu apabila seseorang melihat dalam mimpinya sesuatu yang ia sukai. Sesungguhnya mimpi ini datangnya dari Allah Subhanahu wa Ta'ala dan hal ini merupakan suatu nikmat Allah Subhanahu wa Ta'ala yang diberikan kepada manusia, karena apabila seorang manusia melihat hal-hal yang ia sukai maka hal tersebut dapat menambah semangat dan kegembiraannya dan menjadikan sebagai berita gembira baginya karena diantara berita gembira yang Allah Subhanahu wa Ta'ala berikan kepada seorang muslim di dunia adalah mimpi yang baik yang ia mimpikan sendiri atau yang dimimpikan orang lain tentangnya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda :


لَمْ يَبْقَ مِنَ النُّبُوَّةِ إِلاَّ الْمُبَشِّرَاتُ قَالُوا: وَمَا الْمُبَشِّرَاتُ قَالَ : الرُّؤْيـــَـا الصَّالِحَةُ
رواه البخاري


"Tidaklah tinggal dari tanda-tanda kenabian kecuali berita-berita gembira", para shahabat bertanya :"Apa itu berita-berita gembira?", Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Mimpi yang baik" (HR. Bukhari) Dan dianjurkan baginya untuk menceritakan mimpi yang baik itu kepada orang lain sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam :


إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ رُؤْيَا يُحِبُّهَا فَإِنَّمَا هِيَ مِنَ اللهِ فَلْيَحْمَدِ اللهَ عَلَيْهَا وَلْيُحَدِّثْ بِهَا
رواه البخاري و مسلم


"Apabila salah seorang dari kalian melihat mimpi yang ia sukai maka sesungguhnya ia datangnya dari Allah Ta'ala maka bertahmidlah (ucapkan "Al hamdulillah") dan kabarkanlah mimpi baik tersebut (kepada orang lain)" (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Mimpi yang tidak mempunyai makna dan tujuan
Mimpi jenis ini terkadang muncul dari diri sendiri mungkin karena memikirkan sesuatu atau terlalu sibuk akan suatu urusan sehingga hal tersebut muncul dalam mimpinya. Atau bisa jadi mimpi ini merupakan permainan syaithan sebagaimana dalam hadits riwayat Imam Muslim, diriwayatkan bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam :


إِنِّي حَلَمْتُ أَنَّ رَأْسِي قُطِعَ فَأَنَا أَتَّبِعُهُ فَزَجَرَهُ النَّبِيُّ وَقَالَ: لاَ تُخْبِرْ بِتَلَعُّبِ الشَّيْطَانِ بِكَ فِي الْمَنَامِ
رواه مسلم


"Sesungguhnya saya telah bermimpi (melihat) kepalaku telah terputus (dari badanku) lalu saya mengikutinya dari belakang, maka Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam mencelanya dan bersabda : "Janganlah kamu ceritakan (kepada orang lain) permainan syaithan terhadapmu di dalam mimpi(mu)" (HR. Muslim)

3. Mimpi Buruk
Yaitu apabila seseorang melihat dalam mimpinya sesuatu yang ia benci. Mimpi ini datangnya dari syaithan yakni dengan menampakkan hal-hal yang jelek, yang dengannya seorang manusia dapat terkejut, sedih dan bisa jadi hingga membuatnya sakit, karena syaithan adalah musuh manusia, mereka menyukai apa yang dibenci oleh manusia. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :


إِنَّمَا الــنَّجْوَى مِنْ الشَّــيْطَانِ لِــيَحْزُنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَلَـــيْسَ بِضَارِّهِمْ شَيْئًا إِلاَّ بِإِذْنِ اللهِ وَعَلَى اللهِ فَلْـــيَــتَوَكَّلْ الْمُؤْمِنُونَ . المجادلة :10


"Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari syaithan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicaraan itu tiadalah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakkal" (QS. Al Mujaadalah : 10)

Untuk itu apabila seseorang melihat mimpi yang buruk hendaknya ia meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dari kejahatan-kejahatan syaithan dan keburukan-keburukan yang ia lihat di dalam mimpinya, dan mimpi buruk ini jangan disampaikan kepada orang lain karena bagaimana pun buruknya mimpi tersebut, hal tersebut tidak dapat membahayakannya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda :


وَإِذَا رَأَى غَيْرَ ذَلِكَ مِمَّا يَكْرَهُ فَإِنَّمَا هِيَ مِنَ الشَّيْطَانِ فَلْيَسْتَعِذْ مِنْ شَرِّهَا وَلاَ يَذْكُرْهَا ِلأَحَدٍ فَإِنَّهَا لاَ تَضُرُّهُ
رواه البخاري ومسلم


"Apabila (kalian) melihat selain dari itu (mimpi baik) berupa hal-hal yang dibenci, maka sesungguhnya itu datangnya dari syaithan maka berlindunglah (kepada Allah) dari kejahatannya (syaithan) dan janganlah ia menceritakannya kepada seorangpun, karena mimpi tersebut tidak membahayakannya" (Muttafaqun 'Alaihi)

Namun disayangkan yang terjadi sekarang, sebagian orang apabila ia melihat hal-hal yang buruk dalam mimpinya justru berusaha untuk mencari tahu ta'wil dari mimpi tersebut baik dengan mencarinya di dalam buku-buku atau dengan menanyakan langsung kepada orang lain tanpa menyadari bahwa dengan mengungkapkan mimpi buruknya kepada orang lain bisa jadi hal tersebut bisa menjadi suatu kenyataan, jika Allah menghendaki.

Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak menurunkan penyakit kecuali ada obatnya, demikian pula dengan mimpi buruk. Dan diantara obat dari mimpi buruk tersebut adalah:

a. Meludah ke kiri sebanyak 3 kali dan berta'awwudz kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dari kejahatan syaithan dan keburukan yang ia mimpikan sebanyak 3 kali kemudian merubah posisi tidur ke sisi yang lain. Apabila ia berbaring pada sisi kiri maka ia merubahnya ke sisi kanan begitupula sebaliknya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda :


إِذَا رَأَى أَحَدُكُمُ الرُّؤْيَا يَكْرَهُهَا فَلْيَبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثًا وَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ ثَلَاثًا وَلْيَتَحَوَّلْ عَنْ جَنْبِهِ الَّذِي كَانَ عَلَيْهِ
رواه مسلم


"Apabila salah seorang dari kalian melihat mimpi yang ia benci, maka hendaknya ia meludah ke kiri sebanyak 3 kali dan berlindunglah kepada Allah dari kejahatan syaithan sebanyak 3 kali dan rubahlah posisi tidurnya dari posisi sebelumnya ke posisi lainnya" (HR. Muslim)

b. Apabila hal-hal di atas telah dilakukan, namun mimpi buruk tersebut masih juga datang, maka hendaknya ia bangun, berwudhu kemudian shalat, dan jangan ia menceritakannya kepada orang lain dengan mengatakan : "Saya telah bermimpi begini dan begitu", akan tetapi hendaknya ia menyembunyikan mimpi buruk tersebut, seakan-akan ia tidak pernah memimpikannya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda :


وَإِذَا رَأَى شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلاَ يَقُصَّهُ عَلَى أَحَدٍ وَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ
رواه أحمد


"Dan apabila ia melihat (dalam mimpinya) sesuatu yang ia benci, maka janganlah ia menceritakannya kepada seorangpun dan hendaknya ia bangun kemudian shalat" (HR. Ahmad) Mimpi bertemu Nabi

Apabila seseorang bermimpi bertemu Nabi maka sesungguhnya ia telah benar-benar melihat beliau, karena syaithan tidak bisa meniru wujud Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda :


مَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ فَسَيَرَانِي فِي الْيَقَظَةِ أَوْ لَكَأَنَّمَا رَآنِي فِي الْيَقَظَةِ لَا يَتَمَثَّلُ الشَّيْطَانُ بِي
رواه البخاري و مسلم


"Barang siapa yang melihatku dalam mimpi, sesungguhnya ia akan melihatku dalam keadaan terjaga atau seakan-akan melihatku seperti dalam keadaaan terjaga (karena) syaithan tidak dapat meniru wujudku" (HR. Bukhari dan Muslim)

Berkata tabi'in Muhammad bin Sirin رحمه الله (beliau adalah imam dalam ta'bir mimpi) tentang makna hadits di atas : "Hal tersebut (ia benar-benar melihat Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam) apabila sesuai dengan ciri-ciri yang ada pada Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam".

Diriwayatkan bahwa apabila seseorang datang kepada Muhammad bin Sirin رحمه الله, dan mengatakan bahwa ia telah melihat Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dalam mimpinya, maka beliau berkata kepadanya : "Sebutkan ciri-ciri orang yang engkau lihat dalam mimpimu itu?", apabila orang itu menyebutkan ciri-ciri yang tidak ada pada Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam, maka beliau berkata : "Sesungguhnya kamu tidak melihat Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam" (Lihat Fathul Bari 12:383-384)

Karenanya seseorang yang merasa pernah melihat Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam hendaknya mencocokkan ciri-ciri Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dengan orang yang ia lihat dalam mimpinya, apa bila sama maka ia adalah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dan jika berbeda maka ia bukanlah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam, akan tetapi ia hanyalah keragu-raguan yang dimunculkan oleh syaithan walaupun dalam mimpi tersebut ia mengaku sebagai Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam.

Adapun bagi yang mendapatinya sesuai dengan ciri-ciri yang ada pada Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam. maka hal yang wajib untuk diketahui adalah semua hadits-hadits dalam mimpi tersebut harus tidak bertentangan dengan syari'at, dalam artian bahwa apabila salah seorang datang dan mengatakan bahwa dia telah bertemu atau melihat Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dalam mimpinya dan dia memerintahkannya untuk melakukan sesuatu atau melarang akan sesuatu, namun perintah atau larangan tersebut bertentangan dengan syariat maka berita tersebut adalah berita bohong yang dia buat-buat atau berita yang dia dapatkan dari syaithan, karena tidak mungkin sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa Sallam berbeda dengan syariat yang pernah beliau bawa. Dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam telah melarang untuk berbohong tentang mimpi dan telah menjulukinya sebagai pembohong besar. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:


إِنَّ مِنْ أَعْظَمِ الْفِرَى أَنْ....يُرِيَ عَيْنَهُ مَا لَمْ تَرَ
رواه البخاري


"Sesungguhnya diantara kebohongan yang paling besar adalah (diantaranya) ...mengaku-ngaku pernah melihat (sesuatu dalam mimpinya) yang sebenarnya ia tidak melihatnya.."(HR. Bukhari)

Kalau saja kita dilarang untuk mempercayai mimpi orang yang mengaku bertemu dengan Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam jika dia melarang atau memerintahkan yang tidak sesuai dengan syari'at, maka terlebih lagi jika hanya bermimpi bertemu syaikh fulan atau imam fulan yang mengajarkan ibadah-ibadah atau dzikir-dzikir bid'ah yang tidak ada dasarnya sama sekali baik dari Al Qur'an maupun As Sunnah tentu jauh lebih kita tidak percayai. Kita memohon kepada Allah untuk senantiasa memberikan kita mimpi-mimpi yang indah dan di jauhkan dari mimpi-mimpi yang buruk..... Amin


Maraji':Syarh Riyadhus Shalihin jilid 7 hal. 393-402, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin رحمه الله
Continue reading...

Mutiara Qalbu dan Rasa Ingin Tahu

Aku tidak tahu dengan apa dan bagaimana para orang tua menjawab pertanyaan-pertanyaan anak-anak mereka dalam segala hal yang mereka temui dalam kehidupan mereka, khususnya pertanyaan yang datang tiba-tiba, menggunakan cara yang terlihat aneh, dan terkadang juga dengan cara bercanda. Dan yang lebih penting dari hal itu adalah pertanyaan yang sangat pribadi, seperti misalnya:
  • Kenapa engkau tidak shalat, Pak? ;
  • Kenapa engkau merokok, Pak?;
  • Kenapa orang-orang berduyun-duyun ke masjid ketika Ramadhan, Pak?;
Dan berbagai pertanyaan yang bisa mengkerutkan kening.
Yang terpenting adalah menjawab dengan baik, menyenangkan, dengan cara yang simpel, praktis, dan tepat. Tidak semestinya berpura-pura dan meremehkan pertanyaan-pertanyaan itu. Yang lebih menyedihkan lagi adalah perilaku para orang tua yang mencela atau memarahi sang anak ketika mengutarakan pertanyaan-pertanyaan tersebut, padahal sang anak sebenarnya tidak ingin bertanya, kecuali sekedar bercanda atau ingin tahu saja.

Banyak orang tua yang menganggap bodoh fikiran anak-anak mereka dan melecehkan pertanyaan, ide, dan usulan mereka; dan merasa hina jika menjawab pertanyaan mereka, lalu akhirnya tidak melirik sedikitpun kepadanya, sehingga akhirnya anak-anak tidak berkembang sebagaimana mestinya, dan terjadi penyimpangan karena perilaku yang salah yang ditunjukkan orang tua.

Maka,  kedua orang tau mesti melakukan:
Berusaha sekuat kemampuan mereka agar tidak muncul dari mereka generasi yang tenggelam dalam kebodohan akan lingkungannya karena terjangkit penyakit sizoprenia (penyimpangan perilaku berupa suka mengasingkan diri dari orang lain -pent), juga sizoprenia pemikiran (tidak mau mengetahui pemikiran orang lain -pent) yang ada di lingkungan sekitar. Dari hal ini akan berakibat munculnya sikap negatif dari para orang tua dan anak-anak enggan memikirkan diri dan fikirannya, tidak memberikan porsi perhatian yang cukup kepada anak-anak dan seambreg pertanyaan mereka. Padahal anak-anak adalah bunga kehidupan, mutiara qalbu, dan penyejuk jiwa. Oleh karena itu, menanamkan kepercayaan diri pada mereka akan menjadikan mereka percaya dan komit kepada kita.

Dan jadikanlah ikatan jiwa dan fikiran diantara orang tua dan anak demikian kuat, terasan dan berpengaruh. Dan bersungguh-sungguhlah membina mereka dan untuk kebaikan mereka dengan kesungguhan karena Allah ta'alaa, sehingga kita termasuk orang yang mengemban amanah Allah yang itu pun akan kembali kepada kita beruba kebaikan dunia dan akhirat, jika kita ikhlas kepada-Nya.

Sesungguhnya hilangnya "bahasa" dialog antara orang tua dan anak, dan hilangnya "respon positif" terhadap pertanyaan yang menyeruak dari anak-anak terhadap berdampak bahaya yang tidak ringan, anak menjadi tidak percaya diri atau tidak percaya/komit kepada orang tua. Dan jika sudah demikian, maka anak-anak akan berpindah kepada orang lain dalam berkeluh-kesah, mengungkapkan gejolak qalbu dan fikirannya. Dan jika orang tersebut tidak baik atau jelek adab dan akhlaqnya, maka masalah yang tidak bisa dianggap remeh akan menghadang sang anak. (Abm)

Sumber: Majalah Al-Da'wah (Riyadh-KSA)
Continue reading...

Hamil Tanpa Masalah

Hamil Tanpa Masalah

Kehamilan yang pertama adalah sesuatu yang sangat penting bagi perempuan daripada kehamilan yang ke dua atau ketiga dan seterusnya. Kehamilan pertama, biasanya perempuan banyak mengalami kekhawatiran; takut bercampur was-was, juga bahagia. Kecemasan ibu yang sedang hamil biasanya sekitar hamilnya, masa kelahiran, capeknya. Juga bahagia ketika para tetangga dan kawan memberikan ucapan selamat dan do'a atas kehamilannya itu.

Oleh karena itu, yang terpenting bagi ibu hamil adalah ada orang yang memotivasinya, membesarkan hatinya, orang yang selalu bersamanya, membantunya. Untuk semua ini yang paling berpengaruh baginya adalah suaminya. Kehamilan pertama kali juga urgen bagi para dokter. Sebab banyak dari kasus naiknya kadar gula, tekanan darah dan yang lainnya, terjadi pada kehamilan pertama lebih banyak daripada pada kehamilan kedua, ketiga, dan seterusnya. Oleh karena itu, untuk mendapatkan kesehatan yang terbaik, ibu yang hamil mesti rutin datang ke dokter sehingga mereka bisa melakukan monitoring, evaluasi, dan mengantisipasi serta menyelesaikan permasalahan kesehatan yang dialami ibu hamil tersebut. Disamping jika ia rutin konsultasi dengan dokter, bisa menenteramkan jiwanya, membesarkan jiwanya untuk siap melakukan persalinan secara normal.

Perubahan Fisiologis selama Hamil

Kenyataan menegaskan bahwa kehamilan tidak bisa diketahui kecuali setelah berjalan beberapa pekan sejak pembuahan. Akan tetapi ada sejumlah gejala yang muncul pada perempuan yang menunjukkan ia hamil pada masa dini sekali. Danmasing-masing perempuan berbeda dalam mengenali apakah ia sudah hamil ataukah belum, dimana hal itu bisa diketahui bisa karena ia pernah mengalami sekali atau dua kali atau lebih. Dan tanda-tanda yang sangat kentara adalah terhentinya haidh, kemudian ada perubahan fisik seperti kedua payudara terasa penuh dan nyeri, mual-mual, muncul garis hitam di perut, sering ABK (buang air kecil) karena adanya tekanan dari rahim terhadap kantung kemih, berlebihnya cairan farj (vagina -pent), merasa cepat lelah/capek, ingin tidur, ada perubahannafsu makan, tidak suka terhadap makanan dan aroma tertentu, serta merasa ada rasa tertentu di mulut.

Diantara perubahan fisik yang menyertai orang hamil adalah sering meludah. Dan tidak diketahui secara pasti sebab keterkaitan hal ini dengan kehamilan, kecuali karena sistem kontrol besarnya produksi air liur adalah kontrol syaraf pusat pada tekanan tertinggi. Dan dengan penambahan ini, maka orang yang hamil merasa sumpeg, akan tetapi hal ini tidak berarti ia sedang sakit.

Sesungguhnya penambahan kadar hormon ketika hamil itulah yang bertanggung jawab atas perubahan besar pada fisik. Diantara perubahan itu adalah perubahan pada kulit. Akan tetapi perubahan kulit ini tidak terjadi pada setiap orang yang hamil, akan tetapi mayoritasnya mengalami hal ini. Perubahan ini adalah perubahan yang tergolong alami, seperti perubahan warna pada sejumlah daerah, seperti diantara kedua mata, hidung, kedua pipi. Hal ini disebut dengan bintik-bintik. (lebih jelas lihat dalam info kesehatan di www.alsofwah.or.id dalam materi "kulit tetap indah selama hamil" -pent).

Dan termasuk penambahan berat badan adalah diantara ciri-ciri kehamilan yang alami. Penambahan yang alami adalahantara 10 - 12 kg selama masa kehamilan. Dan sejak bulan ke-4, penambahan sebanyak 1,5 kg per bulan. Adapun penambahan yang melebihi 15 kg maka hal ini bisa disebabkan oleh hal lain semacam diabets, atau penambahan cair anaminoni, ataupun yang lainnya.

Kapan Lahir??

Ada banyak ibu-ibu yang tidak melahirkan tepat pada waktu yang sudah diperkirakan oleh sang dokter; sehingga waktunya mundur atau terkadang malah lebih cepat sepekan atau lebih. Oleh karena itu, kapan sesungguhnya bayi lahir? 80 % kehamilan lahir pada usia 38 - 43 minggu usia kehamilan. Akan tetapi 10 %-nya melahirkan pada usia kehamilan di atas 42 minggu dan hal itu punmasih dianggap normal.

Melihat kepada penentuan perkiraan usia janin tidak mungkin bisa tepat 100 % pada usia-usia akhir dari kehamilannya, maka berkunjung (berkonsultasi/memeriksakan diri) ke dokter pada usia kehamilan 1 bulan hingga bisa mengikuti perkembangan kehamilannya, akan bermanfaat dalam perkiraan secara detail saat kelahiran.

Melihat karena mayoritas kehamilan yang persalinannya terlambat (mundur) lebih dari 42 minggu disebabkan karena sang ibu merasakan kesehatan yang amat baik dan tidak merasakan satu masalah kesehatan pun, akan tetapi dalam hal ini bisa berakibat bahaya bagi janin, sehingga perlu diwaspadai. Sebab plasenta adalah satu-satunya sumber pernafasan dannutrisi makanan bagi janin. Plasenta ini akan berkurang kadar dan kandungan makanannya jika usianya sampai di atas 42 minggu. Sehingga pada gilirannya, sang janin tidak tercukupi kebutuhan makanannya. Hal ini bisa menyebabkan terhambatnya perkembangan atau bahkan kekurangan cairan amnioni, bertambahnya sisa kotoran janin, bahkan bisa saja sampai menyebabkan sang janin mengalami sufokasi (mati lemas) karena banyaknya kotoran tersebut.

Dan di saat kelahiran mundur dari waktu yang diperkirakan, para dokter menganjurkan ibu hamil untuk mengikuti perkembangan janin secara dekat melalui:
  • Banyaknya gerakan janin, yaitu sang ibu mencatat jumlah berapa kali sang janin bergerak di dalam rahim. Normalnya, janin akan bergerak sekitar 15 kali setiap harinya. Dan setiap perubahan hentakan dalam jumlah gerakan, maka itu menunjukkan bahwa janin merasa nyaman di dalam rahim;
  • Merubah posisi janin;
  • Dilihat melalui alat monitoring janin. Dengan alat ini bisa dilihat gerakan janin apakah alami (normal) ataukah tidak, jumlah kandungan cairan amnioni, dan kesimpulan atas berbagai perubahan terhadapplasenta.
Apabila ketiga cara di atas memberikan data bahwa janin alam keadaan tidak normal, maka mesti dilakukan persalinan buatan (operasi caesar) untuk menyelamatkan sang janin.

Apa Yang Dikonsumsi Ibu Hamil

Masa kehamilan adalah masa yang demikian urgen pada kehidupan perempuan. Oleh karena itu, harus memperhatian menu makanan khusus untuknya. Sebab ia membutuhkan lebih dari 15 % kalori setiap harinya, yaitu sekitar 300 kalori. Yang terpenting, penambahan makanan pada ibu hamil bukan pada jumlahnya, akan tetapi variasi nutrisi yang dibutuhkan tubuh adn janinnya sehingga terpenuhi kebutuhan nutrisi keduanya. Diantara kesalahan yang sering dijadikan pegangan adalah seorang ibuhamil mesti makan banyak sebab ia makan untuk dua orang. Perilaku yang salah inilah yang akhirnya menimbulkan kegemukan tanpa ada manfaat bagi kesehatan sedikitpun. Nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil tidak berbeda dengan kebutuhan nutrisi secara umum, yaitu menu yang seimbang, yaitu yang mengandung seluruh unsur nutrisi yang dibutuhkan tubuh. (untuk rincian nutrisi makanan ibu hamil, baca pada info kesehatan di www.alsofwah.or.id dengan judul "Bagaimana Wanita Hamil Ketika Makan" -pent). (Abm/dwh)

Doktor Muhammad Al-'Atiq
Sumber: Majalah Al-Usrah (Eindhoven-Belanda) /No. 56/041418H/071997M
Continue reading...

Biasakan Anak Dengan Tangung Jawab

Diantara tujuan utama keluarga muslimah adalah memberikan iklim yang aman yang bisa melindungi anak selama tahapan perkembangannya. Akan tetapi semestinya dalam mencapai tujuan ini, dengan tetap memperhatikan "pendidikan ketergantungan anak" yang mendorong sang anak untuk tidak melakukan aktivitas apapun. Model pendidikan semacamini akanmenghasilkan generasi yang mandul, tidak mengetri hakikat percaya diri, atau tidak bisa memegang tanggung jawab, padahal dua sifat ini adalah sifat yang utama dari seorang muslim.

"Pendidikan ketergantungan" kembali kepada dua hal pokok, yaitu:
  • Sisi anak itu sendiri seperti, kecemasan yang berlebihan dimana orang lain mengkritiknya ketika ia memegang tanggung jawab; Ketakutan yang berlebih antara kemungkinan gagal ketika akan melakukan sesuatu; suka main dan bercanda dan mendahulukan dua hal ini daripada keseriusan, beraktivitas, dan telaten; kecacatan anak sehingga orang tua terlalu melakukan proteksi terhadapnya.
  • Sisi keluarga, seperti sindrom kesempurnaan, orang tua melarang sang anak melakukan sesuatu jika tidak bisa 100 % atau tidak melakukan apapun sama sekali; orang tua tidak percaya diri sehingga ia pun mendidik sang anak demikian juga; orang tua benci akan petualangan padahal bisa memotivasi rasa tanggung jawab anak.
Sesungguhnya, pengembangan anak menghormati dirinya sendiri dan melatihnya bertanggung jawab dilakukan secaras eimbang antara dua hal:
  • Tidak menunjukkan kepada anak dengan cara menunjukkan keinginan mereka kepada orang tua;
  • Tidak cuek untuk mengikutsertakan mereka dalam diskusi atau aktivitas tertentu dengan alasan mereka belum mampu.[/listIslam menanamkan kepribadian dengan penuh percaya diri dengan dikaitkan dengan "kerja sama". Allah berfirman:
    وتعاونوا على البر والتقوى
    Dan saling kerja samalah dalam kebaikan dan dalam ketaqwaan
    وشاورهم في الأمر
    Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam setiap perkara bersama
    Dan memotivisi sang anak untuk membawa tanggung jawab, mengambil keputusan. Pendidikan semacam ini akan membawa buah yang sangat banyak. Ada sebuah contoh yang cemerlang dari kisah Ali ibn Abi Thalib beriman kepada Rasulullah dalam usia 10 tahun, Usamah ibn Zaid menjadi komandan pasukan dikala ia masih sangat muda, Muhammad ibn Al-Qasim membuka negara India dengan Islam ketika usianya tidak lebih dari 17 tahun. Dan banyak metode yang bisa digunakan keluarga untuk membiasakan sang anak memegang tanggung jawab. Diantara yang terpenting adalah sebagai berikut:
       
    • Memotivasi sang anak untuk mengambil keputusan yang berkaitan dengan masalah mereka, dan mengajak mereka untuk ikut dalam memutuskan masalah keluarga;
    • Meminta mereka melaksanakan sebagian tanggung jawab keluarga, baik umum atau khusus (yang sesuai dengan tahapan perkembangan mereka);
    • Meminta mereka mengemban tanggung jawab da'wah Islam, amar ma'ruf nahi munkar, berpartisipasi dalam kegiatan sosial.


    Dan sebelum itu semua, didiklah sang anak dengan pendidikan yang bagus dan militan, jangan membatasi keinginan mereka, baik dalam urusan khusus ataupun urusan keluarga, biarkan mereka ikut memikirkan bagaimana mengembangkan perluasan syiar Islam, diskusi tentang permasalahan muslimi dunia, baik yang terjajah maupun kena musibah, mintalah mereka untuk ikut memberi andil, baik material, maupun keaktifan dalam organisasi da'wah dan sosial. (ABM)
    Sumber: Majalah Al-Usrah
    Dr. Sulaiman Shalih Al-Jum'ah ( Dosen jurusan pendidikan, Univ. Malik Su'ud, Riyadh KSA )
Continue reading...

Bagaimana Membantu Anak dalam Memahami Fikirannya

Untuk membantu anak-anak dalam memahami fikiran mereka, ikutilah beberapa contoh berikut ini:
1. Menjadi Pendengar yang Baik:
Anak merasa bersalah ketika mencoba untuk mengungkapkannya kepada salah satu orang tuanya, sedangkan orang tuanya tidak menatap sembari diam.
Contoh Pertama:
Sa'ad (5 tahun) datang kepada Bapaknya yang tengah membaca koran, dan berkata, "Pak, Ahmad telah memukulku". Sang Bapak tidak menoleh sedikitpun. Sa'ad bertanya, "Bapak dengar nggak...?"
Sang Bapak menjawab dengan kedua matanya tetap menatap ke arah koran yang dibacanya, "Iya, aku mendengar, Ayo ngomonglah, ada apa?"
Sa'ad berkata, "Lalu, akupun balas memukul Ahmad, tapi Ahmad memukul aku lagi, ... Pak,... dengar nggak.... ?"
Bapak menjawab, "Teruskan ceritamu".
Sa'ad, "Bapak nggak mendengarkan aku ngomong".
Bapak menjawab, "Lho, Bapak dengar kok, Bapak bisa mendengar sambil membaca koran".
Maka pergilah Sa'ad dan masuk kamar sambil sedih karena tidak diperhatikan Bapaknya.

Contoh Kedua:
Sa'ad datang menemui Ayahnya yang sedang membaca koran dan berkata, "Pak, Ahmad memukulku".
Kemudian Sang Bapak menutup korannya dan memandang ke arah Sa'ad, kemudian Sa'ad melanjutkan ceritanya, "Lalu, aku pun memukulnya, tapi Ahmad memukulku lagi, dia menyerangku. Sang Bapak tetap diam sambil tetap memandang anaknya.
Sa'ad pun berkata lagi, "Aku besok mau main sama Khalid saja, sebab dia nggak suka memukul orang yang bermain bersamanya".
Kelihatan pada contoh kedua, Sang Bapak tidak mengucapkan satu patah kata pun, akan tetapi dengan diamnya Bapak sembari tetap memandangi anaknya, menjadikan sang anak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, dan berubah dari emosi tinggi menjadi tenang kembali.
2. Menunjukkan rasa emphati sebagai ganti atas mengajukan berbagai pertanyaan atau punmemberi nasihat
Adalah susah bagi seorang anak untuk berfikir jernih atau berfikir sistematis ketika seseorang bertanya, mencela, atau memberikan nasihat kepadanya.
Contoh Pertama:
A'isyah (4 tahun) merasa kecurian salah satu pulpen merah barunya.
Ibu bertanya : "Apakah A'isyah yakin kalau pulpennya tidak ketinggalan?"
A'isyah menjawab : "Iya, Aku menaruhnya di meja sebelum aku ke kamar kecil."
Ibu : "Apa yang terjadi pada A'isyah, ketika A'isyah meninggalkan barang-barangnya di sini dan di sana? (dan dengan suara tinggi), "Ini bukan yang pertama kalinya, A'isyah sudah berkali-kali menyepelekan hal-hal serupa dari dulu, aku selalu katakan, simpan barang-barangmu di dalam laci meja !!! Tapi, kamu memang tidak pernah mengindahkan nasihat ibu !!!"
Maka, A'isyah pun menangis dan berkata : "Sudah, sudah, biarkan aku sendiri?!".

Contoh Kedua:
A'isyah : "Ibu,.. ada yang mencuri salah satu pulpen merah baruku."
Ibu (dengan penuh kecintaan dan simpati) menjawab : "Benar?"
A'isyah : "Benar, Bu. Tadi aku menaruhnya di meja sebelum aku pergi ke kamar kecil."
Ibu : "Di curi, atauuuuuuuu."
A'isyah : "Ini ketiga kalinya aku kecurian pulpen."
Ibu : "Ah, yang benar?"
A'isyah : "Aku tahu apa yang akan aku lakukan di waktu yang akan datang, aku akan menyimpan barang-barangku di dalam laci meja sebelum aku ke kamar kecil."
Ibu : "Ide yang bagus, wahai puteriku."
Membantu anak-anak banyak caranya, dengan penuh afeksi(perasaan), empathi( Senasib sepenanggungan ), dan simpati melalui ungkapan-ungkapan singkat, seperti, "Benarkah, ...atauuuuu,....eehh?"
Dan ketika kita membandingkan dengan perhatian dan diam, maka hal itu bisa memotivasi sang anak untuk bisa mencari solusi dengan berfikir dan terus berfikir. Maka hal ini bisa menguatkannya untuk bisa mencari solusi sendiri terhadap masalah yang dihadapinya.
Continue reading...

Metode Dalam Bertukar fikiran secara Islami

Problematika kehidupan sehari-hari antara suami-isteri adalah hal yang biasa terjadi. Hal ini terkadang karena ketidakmampuan suami-isteri atau salah seorangnya dalam mengungkapkan isi hatinya atau fikirannya; kurang bisa memahami bagaimana bermuamalah dengan kawannya. Dan diantara hal yang mesti diingat adalah kita tidak boleh marah ketika memberikan komentar atau usulan kepada isteri kita. Maka, datangnya surat dari suami yang marah kepada isterinya, bisa saja difahami lain oleh isteri karena takut dan tidak konsentrasinya ketika membaca surat tersebut. Juga, mesti bagi seorang isteri ketika akan menulis surat kepada orang lain tanpa disertai celaan, cacian terhadap kepribadian orang yang kita kirimi, apalagi jika penerimanya masih belia atau pun perempuan.

Perhatikanlah bagaimana tata krama Rabbani (yang bersumber dari Al-Qur'an dan Akhlaq Rasulullah), ketika Nabi Musa dan Nabi Harun disuruh oleh Allah ta'alaa untuk menda'wahi salah seorang tokoh pembuat kerusakan di bumi, Fir'aun. !!! Allah berfirman:

"Dan berkatalah kalian berdua (Musa dan Harun) kepada Fir'aun dengan perkataan yang lembut. Semoga dengan itu ia menjadi ingat atau pun takut kepada Allah".

Allah menyuruh dalam ayat ini agar Musa berbicara kepada Fir'aun dengan bahasa yang santun, maka bagaimana dengan isterimu, muslimah lagi, engkau kok malah bermuamalah dengannya secara kaku, temperamental, dan bahkan seperti muamalah tentara.
Satu hal yang penting yang banyak dilupakan adalah bahwa seorang pelajar ketika menerima nasihat (seperti seorang isteri) tidak akan bisa mencerna nasihat-nasihat yang didengarnya secara baik jika si pemberi nasihat (seperti seorang suami) besar kepala, merasa dirinya lebih tinggi daripada isterinya. Maka, sifat tawadhu' (rendah hati bukan rendah diri) adalah sifat yang luhur yang setiap orang harus berhias dengannya, baik penerima atau pengirim nasihat.

Manusia tidak akan merasa senang dengan harta yang kalian miliki, akan tetapi mereka akan senang dengan akhlaqmu yang luhur lagi berbudi. Maka, kepada suami-isteri hendaklah selalu untuk introspeksi diri, santun dalam berkata dan berperilaku, bermuamalah dengan pasangannya secara baik, sehingga masing-masing bisa saling mengambil manfaat dari pasangannya.

Maka, cobalah untuk mempraktikkan wahai para suami ketika engkau baru pulang ke rumah, tersenyumlah ketika melihat isterimu, dan ucapkanlah salam kepadanya, tanyakan tentang keadaannya, pujilah pakaian yang ia kenakan, dan seterusnya.. Respon apa yang akan ia berikan??
Dan kepada engkau saudara-saudariku, perhatikanlah beberapa hal di bawah ini yang mungkin bisa engkau praktikkan untuk meraih kebahagiaan pribadi, keluarga, masyarakat:
  • Perbaikilah hubungan dengan orang lain, jauhilah sifat marah, dan menasihati dengan cara mengkritiki urusan dunia mereka.
  • Rendah hati, dan hormatilah orang lain walaupun mereka terkadang meremehkan dirimu, sebab sifat mereka yang meremehkan dirimu tidak menghalangimu untuk selalu berlaku hormat kepada orang lain atau membuatmu menghina, menjelekkan akhlak maupun pemikiran mereka.
  • Berlaku imbanglah dalam memberi pujian dan motivasi orang lain, sehingga mereka bisa mengambil manfaat dari ucapanmu, maka orang lain pun akan berlaku baik kepadamu.
  • Jangan banyak masuk pada hal-hal yang rinci jika akan memperbesar hal yang sepele, apalagi bila menyebabkan masalah kecil menjadi besar.
  • Jadilah pendengar yang baik, jangan memotong pembicaraan orang lain, jangan meremehkan hal ini, sebab Allah telah menciptakan kedua telinga dan satu lisan, maka banyak-banyaklah mendengarkan daripada berbicara, dan tunjukkanlah perhatianmu terhadap apa yang engkau dengarkan, dan berbicaralah kepada orang lain sesuai tingkat kepahaman mereka.
  • Janganlah engkau iri dengan apa yang dimiliki orang lain, maka orang akan cinta kepadamu.
  • Tersenyumlah selalu kepada setiap orang, dan panggilan orang dengan nama yang baik (misalnya, Wahai Abu Muhamad: bila orang itu punya anak namanya Muhammad).
  • Jangan sekali-kali engkau mengatakan, "Kamu selalu berbuat salah" atau "Perkataanmu tidak benar" atau "Kamu berlebih-lebih dan dalam berbicara". Akan tetapi tunjukkanlah dengan gerakan dan gaya yang menyenangkan sehingga ia mengetahui kesalahannya sekaligus menyadari bahwa segala hal pasti memiliki solusi yang banyak.
  • Jauhilah sifat egois dan meremehkan pendapat orang lain
  • Tunjukkan keseriusan perhatianmu dan hormatilah pendapat orang lain.
  • Jangan memarahi isterimu, dan andaipun engkau marah maka janganlah berkepanjangan, sebab memarahi isteri akan berbekas kepada kejiwaan suami, menyebabkan ia cemas dan tidak menghargai orang lain.
Terakhir, ditekankan bahwa semua hal yang dikemukakan di atas, tidak boleh diterapkan pada kondisi-kondisi tertentu, seperti mengingkari kemunkaran. Sebab, engkau tidak boleh berbasa-basi kepada seseorang yang sedang bermaksiat seperti ghibah (menggunjing), namimah (adu-domba). Juga, hal di atas tidak boleh diterapkan kepada ahli bid'ah (pembuat dan penyebar kebid'ahan), apalagi sampai mendengarkan perkataannya, menghormati pendapatnya. Akan tetapi hal-hal di atas adalah rambu-rambu umum dalam bermuamalah dengan sesama muslim sebagaimana yang diperintahkan Allah, dan bukan kepada tokoh-tokoh pembuat dan penyebar kerusakan.

Rawabiy Ibrahim Al-Mabraz
Continue reading...

Waspada Terhadap Olok-Olok

Sebuah penelitian lapangan di Jerman tentang "sebab-sebab terbesar terjadinya percekcokan rumah tangga" menemukan bahwasanya saling memperolok-olok antar suami istri terutama yang dilakukan di depan orang lain merupakan sebab terbesar terjadinya permasalahan keluarga.
Apabila Allah sejak dahulu sudah melarang kita dari memperolok-olok orang lain maka tidak diragukan lagi bahwasanya seorang suami mengolok-olok istrinya ataupun sebaliknya pun termasuk hal yang dilarang.

Allah berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah salah satu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi yang diolok-olok lebih baik daripada yang mengolok-olok, dan janganlah para wanita mengolok-olok sebagian wanita yang lain, boleh jadi wanita yang diolok-olok lebih baik daripada yang mengolok-olok." (Q.S. Al-Hujurat).

Bahkan olok-olokannya pada suami kepada istri-istrinya lebih keras lagi larangannya, karena Allah telah berfirman bahwasanya istri adalah pakian bagi suaminya.

Allah berfirman:
"Mereka adalah pakaian bagi kalian dan kalian adalah pakian bagi mereka (Q.S. Al-Baqorah).
Dan manusia menutup dirinya, berhias dengan memakai pakaian dan tidaklah mungkin ia mengolok-olok apa yang di kenakan dan yang menghiasi dirinya. Bahkan seharusnya ia harus berbangga dan berbesar hati karenanya.

Sifat mengolok-olok memiliki banyak macamnya. Berkata imam Al-Qurthubi : "Mengolok-olok maknanya adalah menghinakannya, merendahkannya, mengungkap aib-aibnya, mencelanya untuk ditertawakan. mengolok-olok bisa dalam bentuk perbuatan, ucapan, isyarat, mentertawakan hal yang lucu atau salah dari perbuatan orang lain, sinis."

Sesungguhnya mengolok-olok itu bisa melukai jiwa dan menyedihkan hati menyakitkan perasaan. Maka hendaklah seorang suami hati-hati jangan sampai memperolok-olok bentuk tubuh atau pakaian, prilaku ucapan pendakat ataupun keluarga istrinya.

Demikian juga seorang istri jangan sampai mengolok-olok pendapat, prilaku, pakaian ucapan, keluarga suaminya.
Jika seorang suami melihat kesalahan istrinya dan ingin menasehatinya maka dia bisa memberikan nasehat dengan penuh kasih sayang dan lembut serta tetap menumbuhkan semangat istrinya.

Penelitian tersebut memberikan penjelasan tentang bagaimana olok-olokan merupakan awal sebab terjadinya perselisihan suami-istri. Andai saja sepasang suami-istri muslim menjauhi sefat olok-olok ini karena mentaati perintah Allah maka akan hilanglah perselisihan dan percekcokan dalam keluarga tersebut.

Telah shahih sebuah ucapan Rasulullah bahwasannya beliau bersabda : "Kesombongan adalah menolok kebenaran dan merendahkan martabat manusia".
Ibn Katsir berkata,"Yang dimaksud adalah mengolok-olok, meremehkan mereka, dan ini haram. Sebab boleh jadi orang yang diolok-olok lebih mulia kedudukan disisi Allah atau lebih dicintai."

Allah berfirman: "Celakalah para humazah dan lumazah."
Humazah adalah mengolok-olok dengan ucapan, Lumazah adalah : memperolok-olok dengan perbuatan. Berkata Al-Mujahahid, "Humazah dan Lumazah adalah mengolok-olok dengan tangan, mata, dan lisan.
Oleh karena itu, salah seorang dari suami istri dikatakan telah melakukan mengolok-olok kepada pasangannya dengan kata-kata yang keluar dari lisannya, dengan lirikan matanya, atau dengan isyarat tangannya yang menunjukkan sebagai bentuk penghinaan.

Wahai para suami dan para istri, hendaklah kalian seia sekata didalam menjauhi sifat olok-olok ini dalam sehari, dan janganlah kalian mengulanginya untuk selamanya, serta janganlah kalian melupakan hadits Nabi yang berbunyi:
"Karena kejelekan seseorang maka hal itu bisa menghinakan saudara seIslam. (HR.Muslim).

Oeh : Muhammad Rasyid Al-Uwaid
Continue reading...

Friends

Followers

Fave This

Gudang Informasi Copyright © 2009 Not Magazine 4 Column is Designed by Ipietoon Sponsored by Dezigntuts